Tampilkan postingan dengan label angin kencang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label angin kencang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Februari 2012

Angin kencang

Angin kencang yang dimaksud disini berbeda dengan puting beliungPeraturan KBMKG no kep.009 Tahun 2010 menyatakan angin kencang adalah angin dengan kecepatan diatas 25 Knots (45 Km/Jam). Memang sering masyarakat menyama ratakan seluruh angin kencang sebagai angin puting beliung walaupun secara garis besar mereka berbeda.


Angin puting beliung berbentuk seperti corong dan arah angin adalah ke atas menuju awan Cumulonimbus. Arah angin kencang adalah sebaliknya, berasal dari awan yang sama menghempas ke daratan dan menyebar ke segala arah. Hal ini berakibat pada perbedaan kerusakan yang dihasilkan. Anda akan melihat pohon tercabut dari akarnya ataupun atap mesjid yang terangkat diakibatkan puting beliung, sementara angin kencang akan merobohkan pohon, rumah dan lain sebagainya.


Ada beberapa istilah dalam bahasa Inggris untuk menyatakan angin ini, yaitu straight-line winds , convective wind gusts, outflow dan downbursts.


Ciri-ciri akan datangnya angin kencang sama dengan ciri-ciri puting beliung. Hal ini tidak aneh karena mereka berasal dari awan yang sama (Cumulonimbus). 


Perbedaan selain bentuk dan arah angin, juga pada hujan yang menyertainya. Angin kencang akan didahului hujan sementara puting beliung kebalikannya, walaupun jeda antara angin dan hujan kadang tidak terasa. 


Satu lagi perbedaannya, tekanan udara pada daerah angin puting beliung akan lebih rendah dari sekitarnya. Angin akan datang dari daerah sekitar yang bertekanan udara lebih tinggi dan pada tempat bertemunya akan membuat momentum angin yang berputar. Tekanan udara pada daerah angin kencang akan lebih tinggi dari daerah sekitarnya karena terjadi downburst (semburan kebawah) angin dari awan, akibatnya angin menyebar kesegala arah.








Gambaran kejadian angin kencang


Foto yang menggambarkan kejadian Downburst


Contoh akibat angin kencang

Ciri-ciri akan datangnya puting beliung

Puting beliung belum bisa diprakirakan kapan terjadi jauh hari sebelumnya. Periode kejadiannya yang sangat singkat dan luas daerah terdampak yang sangat kecil turut berperan dalam kesulitan memprakirakan puting beliung. Dalam Meteorologi fenomena cuaca yang singkat dan berskala kecil hanya bisa diprakirakan beberapa saat sebelum terjadi. Berbeda dengan fenomena yang jangka waktunya lama dan meliputi daerah yang luas (misal El Nino) maka akan bisa diprakirakan dalam waktu lama sebelum kejadiannya (dengan tingkat akurasi tertentu).

Ciri-ciri akan datangnya puting beliung adalah:

  • Pagi hari cerah tetapi udara terasa gerah.
  • Ada awan Cumulus (awan berbentuk seperti bunga kol) yang tumbuh berlapis, menjulang tinggi dan terlihat jelas batas tepinya (Towering Cumulus).
  • Awan tadi berubah gelap, bagian atasnya berbentuk seperti landasan.
  • Siang hari (atau sore/malam) udara yang gerah tadi tiba-tiba terasa dingin.
  • Perhatikan dahan dan ranting, apabila bergoyang cepat maka ada angin kencang mendekat.
  • Apabila terdengar suara petir yang keras, angin kencang akan disertai sambaran petir.
  • Jangan lupa perhatikan tingkah polah binatang, biasanya mereka akan mencari perlindungan di saat merasakan ada bahaya termasuk dari angin dan hujan. Misalnya: Lalat akan cenderung hinggap, nyamuk lebih senang di tempat gelap, burung-burung kembali ke sarangnya, semut akan masuk ke lubangnya, dan semacamnya.
Towering Cumulus. Bila konveksi cukup kuat, akan terus berkembang menjadi cumulonimbus.
Awan Cumulonimbus. Perhatikan bagian atasnya yang mirip topi/ landasan.


Antisipasi angin puting beliung


  • Kenali waktu kejadian, puting beliung terjadi siang/sore atau malam hari didahului dengan pagi yang cerah tetapi gerah/ sumuk (jawa) /humap (banjar).
  • Tebang pohon yang sudah tua dan rapuh. Kejadian tertimpa pohon jamak terjadi saat puting beliung.
  • Perbaiki atap rumah yang rapuh, perkuat dinding.
  • Hindari tiang listrik, baliho, dan pohon saat melihat ciri-ciri puting beliung.
  • Tanam pohon yang kuat akarnya, misal beringin atau asam. 
Pohon beringin

Angin Puting Beliung

Bentuk:  Angin puting beliung bergerak melingkar spiral sehingga terlihat seperti corong.

Kecepatan: Angin puting beliung bertiup dengan kecepatan 30-50 Knots (55-92 Km/Jam). Berdasar Peraturan KBMKG no kep.009 Tahun 2010,  angin puting beliung didefinisikan angin kencang yang memiliki kecepatan lebih dari 34,8 Knots (64,4 Km/jam).

Lama kejadian: Waktu kejadian sangat singkat (3-10 Menit)

Luas dampak kerusakan : Daerah dalam radius 5 sampai 10 km (lokal). Daerah kerusakan bisa lebih luas bila ada lebih dari satu angin puting beliung yang terbentuk.

Dampak Puting Beliung
Sumber: Sel tunggal awan Cb (Cumulonimbus). Berbeda dengan Tornado yang berasal dari kumpulan awan Cb. Ingat: Tidak semua awan Cb mengakibatkan puting beliung, tetapi semua puting beliung berasal dari awan Cb.

Lokasi: Puting beliung dapat terjadi di daratan maupun di lautan (di lautan namanya Waterspout). Lebih sering terjadi pada daerah dataran rendah yang luas dan bervegetasi jarang.

Waktu kejadian : Siang / sore dan terkadang malam hari. Terutama saat pagi harinya cerah berawan dan gerah (kelembaban tinggi).

Puncak musim: Puting beliung lebih sering terjadi pada musim pancaroba. Bisa juga terjadi pada musim hujan saat dimana ada beberapa hari berturut-turut tidak hujan. Hal ini karena awan Cb merupakan awan konvektif, sementara proses konvektif memerlukan sinar matahari dan udara yang  lembab (mengandung uap air).








NB: Tulisan ini akan diupdate saat ada informasi yang lebih baru.