Kamis, 16 Februari 2012

Petir

Pembentukan: Terbentuknya pemisahan muatan listrik pada awan Cb (Cumulonimbus) dimana muatan negatif umumnya berkumpul di bagian bawah awan sehingga terbentuk beda muatan listrik dengan bumi ataupun benda lainnya. Bila terjadi pelepasan muatan berupa petir akan terjadi efek yang dahsyat berupa sambaran kilat.

Lokasi: Daerah yang banyak sinar matahari dan lembab adalah tempat yang berpotensi banyak petir, Kalimantan adalah salah satu daerah di Indonesia dengan sambaran terbanyak, terutama Palangka Raya.

Kerusakan: Kerusakan terjadi akibat sambaran petir baik langsung maupun tidak langsung melalui radiasi, konduksi atau induksi gelombang elektromagnetik. Akibatnya adalah kerusakan alat elektronik, gangguan penerbangan, kebakaran sampai kepada korban nyawa.

Aktifitas yang rawan terhadap petir:
  • Bekerja / bermain di ruang terbuka (sawah, lapangan sepakbola, daerah tambang)
  • Naik perahu, memancing, dan berenang.
  • Berkomunikasi dengan alat elektronik (telepon/HP).
  • Memperbaiki alat listrik.
  • Berendam di bak mandi yang memiliki logam terhubung ke luar ruangan.
  • Menyentuh benda logam pada kendaraan bermotor di luar ruangan (Mobil/ Sepeda motor)


Antisipasi


Untuk mengantisipasi bahaya sambaran petir, lakukan hal-hal berikut:
Saat ada petir dan merasa rambut kepala dan leher mulai berdiri, segera masuk ke gedung terdekat atau kalau tidak ada jongkok serendah mungkin dan lutut ditekuk (usahakan sesedikit mungkin bagian badan yang menyentuh tanah).

Jangan tiarap.
Jangan menyentuh benda logam atau basah.
Jangan berlindung di bawah pohon.

NB:

Sambaran petir yang dimaksud disini adalah sambaran kilat (bentuk energi) dan bukan guruh/guntur (bentuk suara).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar